INFOKAPUASHULU.ID – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu saat ini sangat terdampak oleh kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2026.
Menurut Bupati Fransiskus, Kabupaten Kapuas Hulu mengalami pengurangan anggaran hingga kurang lebih Rp480 miliar.
Kondisi tersebut dinilai sangat memengaruhi pelaksanaan berbagai program pembangunan yang sebelumnya telah disusun dan direncanakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Pemerintah daerah sangat terdampak dari efisiensi anggaran. Kabupaten Kapuas Hulu mendapat efisiensi kurang lebih Rp480 miliar, tentu ini sangat berdampak terhadap program-program yang telah kita susun dan rencanakan di dalam RPJMD,” ujarnya.
Ia mengatakan, banyak usulan masyarakat dan kepala desa yang belum dapat diakomodasi seluruhnya akibat keterbatasan anggaran yang ada saat ini.
Karena itu, Bupati Fransiskus meminta para camat untuk membantu pemerintah daerah menjelaskan kondisi tersebut kepada masyarakat.
“Harapan kami dengan kehadiran para camat tentu bisa membantu kami menjelaskan terkait situasi dan kondisi saat ini. Banyak sekali usulan dari masyarakat maupun kepala desa yang tentu tidak bisa kita akomodir semuanya. Ini yang mesti kita sampaikan secara baik kepada masyarakat,” katanya.
Bupati Fransiskus juga menegaskan bahwa dampak efisiensi anggaran tahun 2026 membuat sejumlah program pemerintah daerah yang sebelumnya telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan.
Ia berharap para camat dapat berperan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi keuangan daerah saat ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami berharap kepada para camat tolong bantu kami menjelaskan situasi saat ini karena Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terdampak efisiensi anggaran tahun 2026, sehingga apa yang menjadi program-program kita sebelumnya tidak dapat dilaksanakan,” pungkasnya.
Penulis : Rovi Andila