• Thu. Apr 2nd, 2026

infokapuashulu.id

Bumi Uncak Kapuas

Gas Langka, Bupati Kapuas Hulu Minta Polisi Tindak Tegas Agen Nakal

Byinfokapuashulu.id

Jan 8, 2026

INFOKAPUASHULU.ID – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, angkat bicara mengenai kelangkaan gas LPG 3 kg dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di wilayahnya.

Ia menegaskan telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina sejak akhir tahun lalu untuk mengatasi persoalan ini.

Dalam keterangannya pada Senin (5/1/2026), pria yang akrab disapa Bang Sis ini mengungkapkan bahwa pihaknya melalui Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Ekbangsda) telah melaporkan kondisi di lapangan kepada Pertamina bahkan sebelum perayaan Natal 2025.

Fenomena Merata di Kalimantan Barat
Menurut Bupati, kelangkaan ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu, melainkan menjadi isu regional yang melanda hampir seluruh wilayah di Kalimantan Barat.

“Kondisi ini merata se-Kalbar. Saya dengar di daerah-daerah lain juga terjadi kelangkaan yang sama. Namun, kami di Kapuas Hulu sudah menyampaikan kondisi ini ke Pertamina jauh-jauh hari,” ujar Fransiskus.

Menanggapi lonjakan harga dan sulitnya masyarakat mendapatkan gas melon, Bupati meminta pihak berwajib untuk bertindak tegas.

Ia mencurigai adanya oknum atau agen nakal yang sengaja menumpuk stok demi meraup keuntungan pribadi di tengah kesulitan warga.

“Saya berharap kalau memang ada oknum atau agen-agen yang sengaja menumpuk barang ini untuk mencari keuntungan, agar segera ditindak oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa praktik penimbunan ini sangat merugikan masyarakat luas karena memicu kenaikan harga yang tidak wajar.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan.

Penertiban terhadap oknum yang “mengambil kesempatan dalam kesusahan masyarakat” menjadi prioritas agar distribusi gas dan BBM kembali normal.

“Ini jadi perhatian serius kami,” pungkas Bupati Fransiskus Diaan.

Penulis : Rovi Andila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *