• Sat. Aug 30th, 2025

infokapuashulu.id

Bumi Uncak Kapuas

Bupati Sis Resmikan Rumah Betang So Ingko Banua, Jadi Simbol Persatuan dan Pelestarian Budaya Dayak

Byinfokapuashulu.id

Jul 4, 2025

INFOKAPUASHULU.ID – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, meresmikan Rumah Betang So Ingko Banua di Desa Sayut, Kecamatan Putussibau Selatan pada Kamis (3/7/25).

Peresmian ini menandai selesainya pembangunan rumah betang kelima di wilayah tersebut, sekaligus menjadi simbol persatuan dan pelestarian budaya Dayak.

Rangkaian Acara Peresmian

Peresmian Rumah Betang So Ingko Banua dirangkaikan dengan beberapa kegiatan penting, di antaranya acara adat Mamasi So, pemberkatan salib Yubelium, dan pemberkatan taman doa peziarahan pengharapan Banuaka oleh Uskup Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin.

Ketua Panitia Kegiatan Peresmian Betang So Ingko Banua, RA Sungkalang, menjelaskan bahwa rumah betang ini adalah yang kelima di wilayah tersebut. Ia menambahkan, beberapa rumah betang sebelumnya mengalami musibah, ada yang terkena longsor dan ada yang terbakar.

“Pada betang ini, ada 62 KK yang memiliki bilik,” terang Sungkalang.

Pembangunan betang ini memakan waktu 4 tahun, 10 bulan, dan 3 hari, dimulai sejak 13 Agustus 2020. Sungkalang menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bupati Fransiskus Diaan, yang membuat acara ini dihadiri oleh banyak umat dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga mencakup ritual adat pamindara yang dilanjutkan dengan Mamasi So, serta pemberkatan dan pemasangan salib di depan pintu bilik, serta pemberkatan salib Yubelium.

Selain itu, Uskup Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel, juga memberkati taman doa penziarahan pengharapan Banuaka.

Makna Rumah Betang bagi Masyarakat

Mgr. Samuel Oton Sidin mengungkapkan kebahagiaannya dapat terlibat dalam acara peresmian ini, memimpin misa, dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di Rumah Betang So Ingko Banua.

“Betang itu mempersatukan kita orang Dayak, sebagai satu keluarga,” ujar Mgr. Samuel.

Ia juga menyoroti bahwa Rumah Betang So Ingko Banua memiliki kehidupan beragama dan berbudaya yang lengkap, bahkan menjadikannya sebagai rumah betang terpanjang di Kapuas Hulu.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk melestarikan hidup rohani, melestarikan budaya, dan menjaga rumah betang.

Apresiasi Pemerintah Daerah dan Pesan Bupati

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyampaikan apresiasi Pemda Kapuas Hulu atas pemberkatan dan peresmian Betang So Ingko Banua.

Ia melihat jelas adanya persatuan dan gotong royong yang menjadi fondasi berdirinya rumah betang ini.
“Semoga rumah betang ini terberkati,” tegas Bupati.

Terkait dengan adat Mamasi So, Fransiskus menekankan pentingnya mempertahankan adat tersebut sebagai warisan leluhur yang harus diketahui oleh generasi muda.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga dan merawat rumah betang, mengingat kerentanannya terhadap musibah kebakaran.

“Kita tahu Cagar Budaya Betang kita sudah musnah karena kebakaran, ini harus jadi pelajaran kita bersama untuk menjaga rumah betang,” ucapnya.

Kegiatan peresmian ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kapuas Hulu Yanto SP dan anggota dewan lainnya, Antonius Thambun, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda, para Kepala OPD Kapuas Hulu, tokoh masyarakat dan tokoh adat, serta organisasi kemasyarakatan suku Dayak.

Penulis : Rovi Andila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *